PENGEMBANGAN VISUAL BASIC SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Published Juli 25, 2012 by desiaryani

PENGEMBANGAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA  DALAM PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHASAN SUHU PADA BEBERAPA JENIS TERMOMETER

OLEH :

NI PUTU DESI ARYANI / Matematika VI /  1448

Program Studi Pendidikan Matematika

Universitas Mahasaraswati  Denpasar

2012

ABSTRAK

Matematika adalah merupakan ilmu yang sebagian besar teorinya bersifat abstrak. Ini akan sangat menyulitakan bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menegah. Sebagai pemecahanya diperlukan media pembelajaran dalam setiap pembelajaran matematika. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat, yaitu media pembelajaran harus meningkatkan motivasi siswa, harus merangsang siswa mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran juga cocok untuk pembelajaran matematika terutama untuk materi yang memerlukan animasi, visualisasi, dan warna. Tujuannya adalah membuat siswa aktif mengamati sambil mendengarkan, mencoba, dan mempraktekkan, sedangkan guru secara aktif membimbing siswa agar tidak mengalami kesulitan belajar.

Bentuk dari penggunaan komputer sebagai media pembelajaran matematika adalah pemanfaatan program komputer. Program komputer yang dibutuhkan untuk pengembangan daya pikir siswa adalah program yang sangat efektif, efisien dan familiar terhadap pemakainya. Salah satu aplikasi program komputer yang bisa digunakan adalah program Visual Basic. Contoh materi pembelajaran yang dapat menggunakan aplikasi program Visual Basic adalah menghitung konversi perubahan suhu. Dengan bahasa pemrograman tertentu maka akan dapat ditentukan perubahan suhu yang ingin dicari. Visual Basic sendiri merupakan program komputer yang dikembangkan dari bahasa pemrograman BASIC (Beginner All-purpose Symbolic Instruction Code) yang sudah banyak digunakan oleh para programer untuk menyusun aplikasi.

Pembuatan program aplikasi ini terdiri dari beberapa langkah yaitu mendesain tampilan program, penulisan kode program, serta membuat aplikasi EXE sehingga konversi perubahan suhu ini dapat dijalankan. Setelah tahap desain program selesai, langkah selanjutnya adalah menuliskan kode program, dan diakhiri dengan menjalankan program. Dalam pembuatan desain program dilengkapi dengan menu – menu yang akan mempermudah pemakaian program. Disamping untuk mempermudah dalam pengoperasiannya, kelengkapan menu dalam sebuah desain pembelajaran adalah untuk menjadikan sebuah media pembelajaran yang komunikatif dan interaktif.

 

Kata Kunci : Media Pembelajaran , Visual Basic

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang

Dalam kurikulum nasional matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuannya untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif.

Salah satu permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran matematika adalah kebanyakan guru  tidak mengawali pembelajaran dengan mengambil benda di sekitar sebagai media pembelajaran. Akibatnya proses pembelajaran di kelas menjadi kurang bermakna. Hal ini menipiskan minat belajar peserta didik. Dampak dari miskinnya kebermaknaan dan minat belajar  terungkap dengan rendahnya prestasi belajar peserta didik. Sehingga dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang membuat matematika menjadi ilmu yang disenangi dan mudah dipahami. Trend pembelajaran yang terkini adalah pembelajaran kontekstual. Belajar secara kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata peserta didik, sehingga mampu mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menghindari kesalahan komunikasi digunakan sarana untuk dapat membantu proses komunikasi yang disebut media. Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan peserta didik. Hal ini bisa berupa perangkat lunak (software) yang berisi pesan atau informasi pendidikan, sedangkan peralatan keras (hardware) merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung dalam media tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan program Visual Basic.

Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari, dengan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi lebih baik dalam menghasilkan suatu program aplikasi. Inilah alasan penulis memilih judul “PENGEMBANGAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA  DALAM PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHASAN SUHU PADA BEBERAPA JENIS TERMOMETER”.

1.2.Tujuan Penulisan

Tujuan dari penyusunan artikel ini antara lain :

  1. Mengetahui minat belajar siswa terhadap media pembelajaran matematika yang memanfaatkan program Visual Basic.
  2. Mengetahui  kemampuan  untuk menggunakan Bahasa Pemprograman Visual Basic dalam pembuatan media pembelajaran matematika.
  3. Sebagai tugas Ujian Akhir Semester dalam Mata Kuliah Komputer II.

1.3.Manfaat Penulisan

Manfaat yang didapat dari penyusunan artikel ini adalah :

  1. Dapat merancang media pembelajaran matematika berbasis komputer dengan memanfaatkan program Visual Basic pada pokok bahasan konversi suhu.
  2. Dapat lebih mengenal lagi mengenai Bahasa Pemprograman Visual Basic.
  3. Dapat menjadikan siswa lebih aktif serta lebih memahami tentang materi konversi suhu.
  4. Dapat berguna bagi guru dalam memilih media pembelajaran matematika yang lebih menarik.
  5. Dapat berguna bagi perkembangan pendidikan di Indonesia terutama perkembangan media pembelajaran matematika berbasis komputer.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian peserta didik. Dalam pembelajaran, media sangat penting untuk dapat mentransper  materi pelajaran kepada siswa. Media pembelajaran yang beraneka ragam jenisnya tentunya tidak akan digunakan seluruhnya secara serentak dalam kegiatan pembelajaran, namun hanya beberapa saja. Untuk itu perlu di lakukan pemilihan media tersebut. Agar pemilihan media pembelajaran tersebut tepat, maka perlu dipertimbangkan faktor/kriteria-kriteria dan langkah-langkah pemilihan media. Kriteria yang perlu dipertimbangkan guru atau tenaga pendidik dalam memilih media pembelajaran menurut Nana Sudjana (1990: 4-5) yakni :

1) ketepatan media dengan tujuan pengajaran;

2) dukungan terhadap isi bahan pelajaran;

3) kemudahan memperoleh media;

4) keterrampilan guru dalam menggunakannya;

5) tersedia waktu untuk menggunakannya; dan

6) sesuai dengan taraf berfikir anak.

Sepadan dengan hal itu I Nyoman Sudana Degeng (1993; 26-27) menyatakan bahwa ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan guru/pendidik dalam memilih media pembelajaran, yaitu:

1) tujuan instruksional;

2) keefektifan;

3) siswa;

4) ketersediaan;

5) biaya pengadaan;

6) kualitas teknis.

Selanjutnya Brown, Lewis, dan Harcleroad (1983: 76-77) menyatakan bahwa dalam memilih media perlu mempertimbangkan kriteria sebagai berikut:

1) content;

2) purposes;

3) appropriatness;

4) cost;

5) technical quality;

6) circumstances of uses;

7) learner verification;and

8) validation.

Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM), Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat, Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda. Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan.

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

3.1. Hasil

Hasil yang diperoleh dari penyusunan malakah ini adalah terselesaikannya suatu media pembelajaran matematika yang dibuat dengan menggunakan program Visual Basic yang digunakan untuk mengkonversikan suhu pada beberapa termometer.

3.2. Pembahasan

            Langkah-langkah pembuatan media pembelajaran matematika ini adalah :

  1. Buka Visual Basic 6.0, kemudian pilih Standard EXE.
  2. Buatlah object-object yang diperlukan untuk pembuatan program, yaitu :

Tempatkan 2 buah kontrol Label, 2 buah text, 2 buah  Command,  1 buah Picture box, 2 buah frame, dan 8 buah OptionButton .

  1. Setelah semua object terpasang, edit beberapa object dengan pengaturan properti sbb:

Nama Kontrol

Properti

Nilai

Form1 Caption

Name

Program Konversi Suhu (DESI ARYANI 1448)

Form1

Label1 Caption Created by : DESI ARYANI ( VI F )
Label2 Caption PROGRAM KONVERSI SUHU
Text1 Name

Text

TxtInput

(di kosongkan)

Text2 Name

Text

TxtHasil

(di kosongkan)

Command1 Name

Caption

CmdHapus

RESET

Command2 Name

Caption

CmdKeluar

EXIT

PictureBox Name

Picture

Picture1

(silakan tentukan gambar yang diinginkan)

Option1 Name

Caption

OptCel1

Celcius

Option2 Name

Caption

OptRea1

Reamur

Option3 Name

Caption

OptFar1

Farenheit

Option4 Name

Caption

OptKel1

Kelvin

Option5 Name

Caption

OptCel2

Celcius

Option6 Name

Caption

OptRea2

Reamur

Option7 Name

Caption

OptFar2

Farenheit

Option8 Name

Caption

OptKel2

Kelvin

Frame1 Name

Caption

Frame1

INPUT DATA

Frame2 Name

Caption

Frame2

OUTPUT DATA

Dengan mengikuti petunjuk di atas, maka tampilannya akan menjadi seperti di bawah ini !

4. Langkah selanjutnya adalah menuliskan kode programnya

a. Double klik pada form1

Kemudian tuliskan kode seperti di bawah ini

Sub rumus()

If OptCel1.Value = True And OptCel2.Value = True Then Txthasil = TxtInput

If OptCel1.Value = True And OptRea2.Value = True Then Txthasil = Val(TxtInput.Text) * 4 / 5

If OptCel1.Value = True And OptFar2.Value = True Then Txthasil = Val((TxtInput.Text) * 9 / 5) + 32

If OptCel1.Value = True And OptKel2.Value = True Then Txthasil = Val((TxtInput.Text) * 1 / 1) + 273

If OptRea1.Value = True And OptCel2.Value = True Then Txthasil = Val(TxtInput.Text) * 5 / 4

If OptRea1.Value = True And OptRea2.Value = True Then Txthasil = TxtInput

If OptRea1.Value = True And OptFar2.Value = True Then Txthasil = Val((TxtInput.Text) * 9 / 4) + 32

If OptRea1.Value = True And OptKel2.Value = True Then Txthasil = Val((TxtInput.Text) * 5 / 4) + 273

If OptFar1.Value = True And OptCel2.Value = True Then Txthasil = Val((TxtInput.Text) – 32) * 5 / 9

If OptFar1.Value = True And OptRea2.Value = True Then Txthasil = Val((TxtInput.Text) – 32) * 4 / 9

If OptFar1.Value = True And OptFar2.Value = True Then Txthasil = TxtInput

If OptFar1.Value = True And OptKel2.Value = True Then Txthasil = Val((TxtInput.Text) – 32) * 5 / 9 + 273

If OptKel1.Value = True And OptCel2.Value = True Then Txthasil = Val(TxtInput.Text) – 273

If OptKel1.Value = True And OptRea2.Value = True Then Txthasil = Val((TxtInput.Text) – 273) * 4 / 5

If OptKel1.Value = True And OptKel2.Value = True Then Txthasil = TxtInput

If OptKel1.Value = True And OptFar2.Value = True Then Txthasil = (Val(TxtInput.Text) – 273) * 9 / 5 + 32

End Sub

b. Double klik pada CmdHapus

Kemudian tuliskan kode seperti di bawah ini

Private Sub CmdHapus_Click()

TxtInput = “”

Txthasil = “”

End Sub

c. Double klik pada CmdKeluar

Kemudian tuliskan kode seperti di bawah ini

Private Sub CmdKeluar_Click()

MsgBox (“Good Bye !!!!”)

End

End Sub

d. Double klik pada OptCel1

Kemudian tuliskan kode seperti dibawah ini

Private Sub OptCel1_Click()

Call rumus

End Sub

e.  Double klik pada OptRea1

Kemudian tuliskan kode seperti dibawah ini

Private Sub OptRea1_Click()

Call rumus

End Sub

f.  Double klik pada OptFar1

Kemudian tuliskan kode seperti dibawah ini

Private Sub OptFar1_Click()

Call rumus

End Sub

g. Double klik pada OptKel1

Kemudian tuliskan kode seperti dibawah ini

Private Sub OptKel1_Click()

Call rumus

End Sub

h. Double klik pada OptCel2

Kemudian tuliskan kode seperti dibawah ini

Private Sub OptCel2_Click()

Call rumus

End Sub

  1. Double klik pada OptRea2

Kemudian tuliskan kode seperti dibawah ini

Private Sub OptRea2_Click()

Call rumus

End Sub

j. Double klik pada OptFar2

Kemudian tuliskan kode seperti dibawah ini

Private Sub OptFar2_Click()

Call rumus

End Sub

k. Double klik pada OptKel2

Kemudian tuliskan kode seperti dibawah ini

Private Sub OptKel2_Click()

Call rumus

End Sub

5. Untuk menjalankan program yang telah dibuat klik menu Run kemudian klik Start atau dengan cara tekan F5 pada keyboard. Sehingga muncul tampilan program yang siap dijalankan.

6. Jika sudah dicoba dan hasilnya benar, selanjutnya file dapat disave dengan klik File | Save Project

7. Dan untuk menyimpan program yang telah dibuat klik File | Make Project.exe

8. Program siap dijalankan.

 

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

 

4.1. Simpulan

Dari semua hal-hal yang telah dihahas sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Siswa akan lebih tertarik dalam belajar matematika mengenai bangun ruang khususnya untuk menghitung volume prisma segitiga dengan penggunaan media pembelajaran matematika yang memenfaatkan program Visual Basic dalam pembuatan media tersebut.
  2.  Sudah terlihat kemampuan dalam menggunakan program Visual Basic dalam pembuatan suatu media pembelajaran matematika khususnya dalam mengkonversikan perubahan suhu pada beberapa termometer.

4.2. Saran

Adapun saran-saran yang dapat disampaikan oleh penulis adalah :

  1. Mahasiswa diharapkan mau mempelajari dan mengembangkan lebih lanjut mengenai pembuatan media pembelajaran     matematika dengan memanfaatkan program Visual Basic.
  2. Memperbanyak pemahaman mengenai program Visual Basic.
  3. Pembahasan artikel ini dapat berguna dalam pembuatan suatu media pembelajaran matematika yang berbasis komputer.
  4. Dalam pembelajaran matematika hendaknya menggunakan media belajar berbasis TI untuk mengurangi sifat abstaksi dari pelajaran matematika itu sendiri.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Mahani, Fausan A. 2012. Pentingnya Media Pembelajaran, (Online). (http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/.  Diakses tanggal 23 Juli 2012)

Anonim. 2012. Pengertian Media Pembelajaran, (Online). (http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/.  Diakses tanggal 23 Juli 2012)

 

 

 

 

 

PROGRAM LUAS PERSEGI PANJANG PADA VISUAL BASIC

Published Mei 14, 2012 by desiaryani

Setelah sebelumnya telah di ungah program visual basic tentang luas segitiga, kali ini saya akan mempersembahkan salah satu program visual basic selanjutnya mengenai luas persegi panjang. Untuk mendownloadnya silakan klik dibawah ini :

KLIK DI SINI

      Setelah di download silakan ubah ke dalam bentuk file exe cara nya klik kanan pilih rename setelah itu tambahkan exe pada akhir nama folder.

SELAMAT MENCOBA !!!!!

LUAS SEGITIGA

Published Mei 6, 2012 by desiaryani

Pada kesempatan ini, bagi anda yang ingin mengetahui visual basic, saya akan memperkenalkan program sederhana yaitu menghitung luas segitiga. Berikut adalah tampilan luas segitiga dalam bentuk visual basic. Silakan klik dibawah ini :

DOWNLOAD

          Setelah didownload silakan ubah kembali dalam bentuk file exe. Caranya klik kanan pilih rename tambahkan exe pada belakang nama folder tersebut.

SELAMAT MENCOBA!!!!!!!!

HUKUM COULOMB

Published Januari 10, 2012 by desiaryani

Tinjaulah interaksi antara dua benda bermuatan yang dimensi geometrinya dapat diabaikan terhadap jarak antar keduanya. Maka dalam pendekatan yang cukup baik dapat dianggap bahwa kedua benda bermuatan tersebut sebagai titik muatan. Charles Augustin de Coulomb(1736-1806) pada tahun 1784 mencoba mengukur gaya tarik atau gaya tolak listrik antara dua buah muatan tersebut. Ternyata dari hasil percobaannya, diperoleh hasil sebagai berikut:

Pada jarak yang tetap, besarnya gaya berbanding lurus dengan hasil kali muatan dari masing –masing muatan. Besarnya gaya tersebut berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan.  Gaya antara dua titik muatan bekerja dalam arah sepanjang garis penghubung yang lurus.  Gaya tarik menarik bila kedua muatan tidak sejenis dan tolak menolak bila kedua muatan sejenis. Hasil penelitian tersebut dinyatakan sebagai hukum Coulomb, yang secara matematis:

k adalah tetapan perbandingan yang besarnya tergantung pada sistem satuan yang digunakan. Pada sistem SI, gaya dalam Newton(N), jarak dalam meter (m), muatan dalam Coulomb ( C ), dan k mempunyai harga :

sebagai konstanta permitivitas ruang hampa besarnya = 8,854187818 x 10-12C2/Nm2. Gaya listrik adalah besaran vektor, maka Hukum Coulomb bila dinyatakan dengan notasi vector menjadi :

Dimana r12 adalah jarak antara q1 dan q2 atau sama panjang dengan vektor r12, sedangkan r12 adalah vektor satuan searah r12. Jadi gaya antara dua muatan titik yang masing-masing sebesar 1 Coulomb pada jarak 1 meter adalah 9 x 109newton, kurang lebih sama dengan gaya gravitasi antara planet-planet.

Contoh 1:

Muatan titik q1 dan q2 terletak pada bidang XY dengan koordinat berturut-turut(x1,y1) dan (x2,y2), tentukanlah :

a. Gaya pada muatan q1 oleh muatan q2

b. Gaya pada muatan q1 oleh muatan q2

Penyelesaian :

a. Gaya pada muatan q1 oleh muatan q2

b. Gaya pada muatan q2 oleh muatan q1

Dari hasil perhitungan bahwa gayanya akan sama besar namun berlawanan arah.

Prinsip Superposisi

Dalam keadaan Rill , titik-titik muatan selalu terdapat dalam jumlah yang besar. Maka timbullah pertanyaan : apakah interaksi antara dua titik muatan yang diatur oleh Hukum Coulomb dapat dipengaruhi oleh titik lain disekitarnya? Jawabannya adalah tidak, karena pada interaksi elektrostatik hanya meninjau interaksi antar dua buah muatan, jika lebih dari dua buah muatan maka diberlakukan prinsip superposisi (penjumlahan dari semua gaya interaksinya).

Secara matematik, prinsip superposisi tersebut dapat dinyatakan dengan mudah sekali dalam notasi vektor. Jadi misalnya F12 menyatakan gaya antara q1 dan q2tanpa adanya muatan lain disekitarnya, maka menurut Hukum Coulomb,

Begitu pula interaksi antara q1 dan q3 tanpa adanya muatan q2, dinyatakan oleh :

Maka menurut prinsip superposisi dalam sistem q1, q2 dan q3, gaya total yang dialami q1tak lain adalah jumlah vector gaya-gaya semula :

Contoh 2 :

Tiga buah muatanmasing-masing q1 = 4 C pada posisi (2,3), q2 = -2 C pada posisi(5,-1) dan q3 = 2 C pada posisi (1,2) dalam bidang x-y. Hitung resultan gaya pada q2 jika posisi dinyatakan dalam meter.

Penyelesaian :

CARA MENGAMANKAN DATA KOMPUTER DENGAN TRUECRYPT

Published Januari 10, 2012 by desiaryani

Saat ini mungkin Anda mempunyai beberapa file atau data rahasia yang tidak boleh diketahui sama orang lain, bagaimana Anda melindungi data rahasia tersebut? Dalam artikel ini saya akan memberikan tutorial sederhana tentang cara melindungi data-data pada komputer kita agar tidak bisa diakses oleh orang lain menggunakan aplikasi TrueCrypt.

TrueCrypt adalah sebuah software gratis dan open source yang dapat melindungi data rahasia Anda  dengan cara melakukan enkripsi data pada file, partisi, hardisk atau USB Flashdisk Anda. Aplikasi ini dapat berjalan pada sistem operasi Windows 7, Windows Vista, Windows XP, Mac OS X dan Linux.

Setelah aplikasi ini diinstall, pertama kali kita harus membuat sebuah TrueCrypt Volume yang nantinya digunakan sebagai wadah tempat peyimpanan data.  TrueCrypt Volume  bisa disimpan pada sebuah file (file yang berisi volume ini biasa disebut kontainer), partisi atau hardisk secara keseluruhan. Setelah Volume berhasil dibuat, maka langkah selanjutnya kita harus me-Mount Volume tersebut menjadi sebuah Virtual Drive. Pada Drive inilah nantinya kita akan bekerja, meyimpan, membaca atau mengedit data-data rahasia kita. Setelah selesai bekerja maka kita harus men-Dismount Virtual Drive tersebut, sehingga orang lain tidak bisa mengakses data-data kita.

Untuk lebih jelasnya, berikut langlah-langkah mengamankan data pada komputer menggunakan aplikasi TrueCrypt, dalam contoh ini saya akan menyimpan data rahasia pada sebuah file bernama PRIVATE yang saya simpan di C:DATAKU.

Langkah Pertama:  Menginstall Aplikasi TrueCrypt

  1. Download aplikasi TrueCrypt di www.TrueCrypt.org saat ini sudah mencapai versi 7.0a.
  2. Double klik file installer, pada jendela License Agreement klik Accept.
  3. Selanjutnya pada jendela Wizard Mode, terdapat 2 pilihan, yaitu Install – untuk menginstall program pada komputer atau Extract – untuk membuat versi Portable dari aplikasi ini sehingga bisa kita jalankan dari USB Flashdisk.
    Mengamankan Data Komputer dengan TrueCrypt Image
  4. Dalam contoh ini saya pilih Install, lalu klik Next dan pada jendela selanjutnya klik Install lalu Finish.

Langkah Kedua: Membuat TrueCrypt Volume

  1. Jalankan aplikasi TrueCrypt dan klik Create Volume.
  2. Selanjutnya akan muncul jendela TrueCrypt Volume Creation Wizard, dalam langkah ini kita harus memilih dimana Volume TrueCrypt akan dibuat. Karena kita akan meyimpan volume TrueCrypt ini pada sebuah file, maka pilih opsi pertama, lalu klik Next.
    Mengamankan Data Komputer dengan TrueCrypt Image
  3. Tentukan tipe volume yang akan dibuat, secara default pilih Standard TrueCrypt volume lalu klik Next.
  4. Langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi tempat penyimpanan file. Dalam contoh ini kita akan meyimpan TrueCrypt Volume pada file yang saya beri nama PRIVATE yang berlokasi di C:DATAKU, pastikan sebelumnya folder DATAKU sudah dibuat, klik Next untuk melanjutkan.
    Mengamankan Data Komputer dengan TrueCrypt Image
  5. Pada jendela Encryption Options, klik aja Next untuk memilih Algoritma Enkripsi secara default yaitu menggunakan AES (Advanced Encryption Standard).
  6. Selanjutnya pada jendela Volume Size tentukan besarnya Volume yang akan kita buat, dalam contoh ini saya membuat Volume Size sebesar 250 MB, sesuaikan dengan data yang nantinya akan kita simpan.
  7. Masukkan Password pada jendela selanjutnya, dunakan password yang strong tetapi mudah diingat, yang merupakan gabungan dari karakter special, huruf dan angka misalnya “f4$tnch3@p”
  8. Kemudian Format Volume tersebut, klik Next dan Finish.

Langkah Ketiga : Mount TrueCrypt Volume ke Virtual Drive.

  1. Jalankan aplikasi TrueCrypt, klik drive letter yang kita sukai, disini saya memilih drive P.
  2. Klik Select File untuk memilih file yang telah kita buat, yaitu file PRIVATE pada folder C:DATAKU
    Mengamankan Data Komputer dengan TrueCrypt Image
  3. Klik Mount, masukan password dan klik OK, sebuah virtual drive P akan terbentuk, klik Exit.
  4. Simpan data-data rahasia kita ke drive ini, ingat ukurannya tidak boleh melebihi volume size yang telah kita buat.

Langkah Keempat : DisMount TrueCrypt Volume.

  1. Apabila telah selesai, jalankan kembali aplikasi TrueCrypt, sorot virtual drive kita, lalu klik Dismount.

Langkah Kelima: Agar Data lebih Aman

Untuk lebih mengamankan data yang benar2 penting, maka kita bisa membuat sebuah Hidden Volume di dalam Standard Volume yang telah kita buat.  Nantinya kita akan mempunyai 2 buah TrueCrypt Volume dalam file yang bernama PRIVATE tersebut. Volume akan di Mount berdasarkan password yang kita masukkan.
Mengamankan Data Komputer dengan TrueCrypt Image

Dengan cara ini, kita bisa memasukkan data-data biasa di volume yang satu dan data penting di volume yang lain. Bila suatu saat kita terpaksa harus memberikan password pada orang lain, maka berikan saja password untuk volume yang berisi data biasa, dan data yang penting masih aman pada volume yang lain.

Untuk membuat hidden volume ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Jalankan TrueCrypt, klik Create Volume, pilih Create an encrypted file container, klik Next
  2. Selanjutnya pada volume type pilih Hidden TrueCrypt Volume, klik Next.
  3. Karena kita sebelumnya telah mempunyai Normal TrueCrypt Volume, maka pada jendela Volume Creation Mode pilih Direct Mode klik Next
  4. Pada jendela Volume Location, klik select file, lalu pilih lokasi file sebelumnya yitu C:DATAKUPRIVATE klik Next
  5. Masukkan Password sebelumnya untuk membuka Normal TrueCrypt Volume.
  6. Langkah selanjutnya adalah membuat Hidden Volume, klik Next, kemudian klik Next lagi
  7. Isikan ukuran Hidden Volume, misalnya 100MB, klik Next
  8. Isikan Password untuk Hidden Volume tersebut
  9. Klik Next, lalu format volume tersebut. klik Finish
  10. Selanjutnya, untuk Mount dan Dismount volume bisa kita ikuti lagi langkah keempat. Hanya saja volume yang akan di mount dapat kita pilih berdasarkan password-nya. Berikut tampilan TrueCrypt apabila saya memasukkan password hidden volume:
    Mengamankan Data Komputer dengan TrueCrypt Image

Demikianlah tutorial sederhana tentang cara mengamankan data komputer menggunakan aplikasi TrueCrypt.
Read more: http://blog.fastncheap.com/mengamankan-data-komputer-dengan-truecrypt/#ixzz1j4Ja8zf5

CARA MENAMBAHKAN FONT DI KOMPUTER

Published Januari 10, 2012 by desiaryani

Jika anda suatu waktu merasa bahwa font windows yang ada di komputer anda masih kurang, maka anda bisa mendownload font dari beberapa sumber yang bersifat free (gratis).Anda hanya perlu memasukkan font yang telah didownload tersebut ke dalam direktori font Windows anda.

Untuk memulai proses penambahan font ke Windows lakukan prosedur berikut:
1. Coba buka situs penyedia font gratis berikut , klik disini

2. Setelah halaman situs berikut tampil, pilih kategori Font (dalam contoh ini saya mengambil nama font berdasarkan abjad saja, dengan menekan A)


3. Pada bagian bawah halaman akan muncul beberapa jenis font, beserta contohnya. Kita ambil saja Action Man. (silahkan pilih abjad yang lain sesuai selera)
Klik Tombol Download Win Font

4. Karena file tersebut masih dalam kondisi terkompres, gunakan aplikasi unkompres (unzip, winzip, winrar, atau unzip bawaan windows). Extract file tersebut.


5. Pilih file font di atas (gunakan Ctrl+Klik Mouse), untuk memilih file-file font (ekstensi file font adalah .ttf atau True Type Font File)
Klik kanan pada file yang telah terseleksi tersebut (atau tekan Ctrl+C)

6. Masuk ke direktori: C:\Windows\Fonts
Lakukan perintah Paste ( Ctrl+V), maka font di atas akan ditambahkan ke Windows

Atau Langsung Buka Control panel/Font — Paster disitu


7. Untuk mengujinya, apakah font berfungsi dengan baik, coba buka aplikasi Microsoft Word, atau Excel. Jika ada font Action Man di dalam Listbox Font, berarti anda sudah sukses menambah font ke Windows.


8. Anda bisa lakukan langkah di atas dengan menggunakan font lain.

SELAMAT MENCOBA !!!!!!!!!!!!!!!!!!

HUKUM GAUSS

Published Januari 10, 2012 by desiaryani

Michael Faraday memperkenalkan cara menggambarkan medan (listrik, magnet, maupun gravitasi) melalui konsep garis gaya (garis medan). Garis gaya adalah garis-garis lengkung dalam medan yang dapat menunjukkan arah serta besarnya E pada setiap titik masing-masing dengan garis singgung dan kerapatan garisnya pada titik yang bersangkutan

Garis-garis gaya berawal pada titik muatan positif dan berakhir pada titik muatan negatif. Diantara titik awal dan titik akhir, garis gaya selalu kontinu dan tidak mungkin berpotongan, kecuali pada titik muatan lain yang terdapat diantaranya

Jumlah garis-garis gaya listrik yang menembus suatu permukaan secara tegak lurus didefenisikan sebagai fluks magnetic . Bila diketahui kuat medan E, maka jumlah garis gaya dyang menembus suatu elemen dA tegak lurus pada E adalah :

Bila permukaan dA tidak tegak lurus maka jumlah garis yang keluar dari dA haruslah

Dimana dA = ndA atau n adalah vektor normal dan sudut antara dA dengan bidang yang tegak lurus pada E. Bila kuat medan pada elemen seluas dA dan E, maka jumlah garis gaya yang keluar dari seluruh permukaan S adalah :

Elemen luas dA berada pada permukaan S harga medan ;listrik E diambil semua titik pada permukaan S.

Fluks listrik total untuk seluruh permukaan

Tanda menyatakan integrasi yang meliputi seluruh permukaan A. Untuk permukaan tertutup, elemen dA tegak lurus permukaan dan arahnya keluar. Fluks total untuk permukaan tertutup

Ternyata ada hubungan yang erat antara fluks listrik pada suatu permukaan tertutup dengan muatan listrik yang berada dalam permukaan tersebut dan hubungan ini dikenal dengan hukum Gauss, yaitu jumlah garis gaya yang keluar dari suatu permukaan tertutup sebanding dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tetutup tersebut. Secara matematis

Dimana S adalah suatu permukaan tertutup qiadalah jumlah muatan yang ada di dalam atau dilingkupi oleh permukaan tetutup S. jadi dengan hukum gauss kita dapat menentukan muatan yang ada di dalam permukaan tetutup, bila kita tahu berapa garis gaya yang keluar dari permukaan tetutup tersebut.

Contoh 4.

Di dalam ruang seperti pada gambar di atas terdapat medan listrik serba sama sebesar 10N/C berarah sumbu z kebawah. Hitung jumlah garis gaya yang keluar dari

a. Luas OABC (luas OABC = 2 m2)

b. Luas OFDC (luas OFDC = 2 m2)

Penyelesaian

a. Kuat medan listrik secara vector adalah E = -k 10 N/C Banyaknya garis gaya

Atau garis gaya banyaknya 20 buah dan arahnya menembus bidang OABC. Arah dA ada pada sumbu z positif sehingga d = dA

b. pada bidang ini dA = -jdA sehingga

Jadi banyaknya garis gaya = 0, berarti tidak ada garis gaya yang menembus bidang OFDC